Wahai Pencari, Berhijrahlah

whirling dervices
Jika pohon punya sayap atau kaki,

tentulah ia bisa bergerak,

sehingga tak diterimanya sakit dari mata gergaji

atau dari pukulan kampak.


Dan jika matahari tak bergegas ketika

malam tiba, bagaimanakah bumi akan diterangi

ketika fajar merekah.


Dan jika air tidak menguap dari laut ke langit,

kapankah taman akan dialiri sungai

dan dibasahi hujan.


Ketika setitik benih bergerak dari sumbernya

ke tujuan, ditemukannya rumahnya, dan

lalu menjadi sebutir mutiara.


Bukankah Jusuf, walau sambil berlinang air-mata,

mengembara meninggalkan ayahnya.


Bukankah dalam pengembaraan itu,

dia menemukan kerajaan, ketenaran dan kemenangan?


Bukankah Mustapha berhijrah,

dan di Madinah memperoleh kedaulatan,

dan menjadi tuan dari berbagai negeri?


Kalaupun kaki tak engkau miliki,

tempuhlah hijrah di dalam dirimu sendiri,


(Itu) bagaikan tambang merah-delima mulai

tersingkap oleh secercah cahaya matahari.


Wahai pencari, berhijrahlah,

keluar dari kampung halamanmu, menuju

ke kedalaman dirimu sendiri.


Karena dengan hijrah seperti itu,

bumi menjadi tambang emas.


Dari yang semula masam dan pahit,

berkembanglah menjadi sesuatu yang manis.


Bahkan dari tanah yang tandus,

tumbuh berbagai jenis buah-buahan.


Lihatlah kejaiban ini,

yang tergelar di bawah matahari kebanggaan Tabriz.


Karena semua pohon mendapatkan keindahannya

dari cahaya matahari.


(Rumi: Divan Syamsi Tabriz)
Sang Pejalan

Jalan Suluk merupakan web/blog yang mengulas berbagai hal tentang ajaran agama Islam seperti tasawuf, sholawat, hikmah, suluk, manakib ulama dll.

Lebih baru Lebih lama

Artikel Pilihan