Cara Berprasangka Baik Terhadap Sesama

Sangka baik atau husnudzan merupakan sikap terpuji yang harus diwujudkan melalui usaha lahir batin, ucapan dan perbuatan yang baik, dan diridhai Allah SWT. Prasangka baik atau husnudzan itu hendaknya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam berkeluarga, berteman dan bermasyarakat. Agar tercipta persaudaraan yang kuat terhadap sesama terlebih sesama muslim.

Segala bentuk sikap dan sifat yang dapat memperkuat dan memelihara persaudaraan harus dijaga dan dipelihara, sedangkan hal-hal yang dapat merusak ukhuwah harus disingkirkan. Jika kita mendengar sesuatu hal yang buruk menimpa saudara sesama muslim sebaiknya kita mengecek terlebih dahulu sebelum mempercayai apalagi menanggapinya dengan negatif. Dalam Al-Qur’an Surat Al Hujurat, Allah SWT berfirman,
Al Hujurat ayat 6

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

Berikut ada beberapa cara untuk berprasangka baik terhadap orang lain yang dapat kita praktekkan sehari-hari yang kami kutip dari Habib Novel bin Muhammad Alaydrus.
  1. Jika bertemu anak kecil, maka ucapkanlah dalam hati :
    “Anak ini belum melakukan maksiat kepada Allah, sedangkan diriku banyak bermaksiat kepada-Nya. Tentu anak ini jauh lebih baik dariku.”
  2. Jika bertemu orang tua, maka ucapkanlah dalam hati :
    “Orang ini telah beribadah kepada Allah SWT jauh lebih lama dariku, tentunya dia lebih baik dariku.”
  3. Jika bertemu dengan seorang alim, maka ucapkanlah dalam hati :
    “Orang ini memperoleh karunia yang tidak akan kuperoleh, mencapai kedudukan yang tidak akan pernah kucapai, mengetahui apa yang tidak kuketahui dan dia mengamalkan ilmunya, pasti dia lebih baik dariku.”
  4. Jika bertemu dengan orang bodoh, maka katakanlah dalam hati :
    ”Orang ini bermakisat kepada Allah karena dia bodoh (tidak tahu), sedangkan aku bermaksiat kepada Allah padahal aku mengetahui akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir hayatku nanti dan umurnya kelak. Dia tentu lebih baik dariku.”
  5. Jika bertemu dengan orang kafir, maka katakanlah :
    “Aku tak tahu bagaimana keadaannya nanti. Bisa jadi pada akhir umurnya dia memeluk Agama Islam dan beramal saleh. Dan sebaliknya bisa jadi di akhir usia, diriku kufur dan berbuat buruk.”
Semoga bermanfaat
Sang Pejalan

Jalan Suluk merupakan web/blog yang mengulas berbagai hal tentang ajaran agama Islam seperti tasawuf, sholawat, hikmah, suluk, manakib ulama dll.

Lebih baru Lebih lama

Artikel Pilihan