Dua Serigala dalam Diri

Dua Serigala

Suatu ketika seorang kakek tua sedang menasehati cucunya yang sedang marah-marah karena mendapat perlakuan tak adil dari temanya.

“Aku akan bercerita kepadamu. Aku pun kadangkala benci sekali kepada orang-orang yang mengambil keuntungan terlalu banyak tanpa rasa sesal. Namun, kebencian itu akan melemahkanmu dan tidak merugikan musuhmu. Aku sering kali berjuang untuk mengalahkan rasa benci ini.”

“Seperti dua serigala dalam tubuhku. Serigala yang satu baik dan tidak membahayakan. Ia bisa hidup harmonis dengan lingkungan sekitarnya. Tidak pernah menyerang selama tindakan itu tidak diperlukan. Ia hanya akan menyerang bila dibenarkan untuk berbuat demikian dan dengan cara yang benar pula. Ia menyimpan tenaganya untuk menghadapi peperangan yang benar.”

”Namun serigala yang satunya lagi, aaahhhh…! Ia penuh amarah. Hal-hal kecil mampu membuatnya marah. Ia menyerang setiap orang tanpa alasan. Ia tak mampu berpikir waras dikarenakan sudah dikuasai oleh kebencian dan kemarahan. Sesungguhnya kemarahannya itu sia-sia belaka, karena tidak menghasilkan perubahan apapun. Kadangkala sulit hidup dengan kedua serigala tersebut dalam diriku. Sebab, keduanya saling berebut menguasai jiwaku.”

Si cucu yang mendengar penjelasan kakeknya, menatap tajam mata kakeknya dan kemudian bertanya, ”Kakek, mana diantara 2 serigala itu yang menang?”
Dengan tersenyum dan tenang kakek menjawab, ”Yang menang adalah serigala yang kuberi makan.”
Sang Pejalan

Jalan Suluk merupakan web/blog yang mengulas berbagai hal tentang ajaran agama Islam seperti tasawuf, sholawat, hikmah, suluk, manakib ulama dll.

Lebih baru Lebih lama

Artikel Pilihan