Tuan Guru Anang Sya'rani Arif Al Banjari


Tuan Guru Anang Sya’rani Arif dilahirkan di Kampung Melayu, Martapura, tahun 1914 dan wafat tanggal 17 Juni 1969 di usia 55 tahun. Beliau adalah keturunan dari Datu Kalampayan atau Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari. Silsilahnya adalah Al-'Arif billah Al-Muhaddist wal-Mufassir asy-Syekh Haji Anang Sya'rani bin Fathul Jannah Haji Muhammad Arif bin Al-Alim Al-Fadhil Haji Abdullah Khattib bin Al-Alim Al-Allamah Khalifah Haji Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Beliau adalah seorang ulama besar dari Martapura, Kalimantan Selatan. Guru Sya'rani Arif juga sebagai pengasuh dan pemimpin Pondok Pesantren Darussalam, Martapura. Beliau juga salah satu guru dari ulama besar Martapura yakni 'Alimul 'Allamah Al 'Arif Billah Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al Banjari atau masyhur dengan sebutan Guru Sekumpul.

Sejak usia dini, Tuan Guru Anang Sya’rani sudah mulai menuntut ilmu. Beliau mengaji kepada beberapa ulama yang ada di Martapura, diantaranya kepada ‘Alimul 'Allamah Al 'Arif Billah Syekh Muhammad Kasyful Anwar Al Banjari yang tak lain adalah pamannya sendiri. Dibawah pengawasan tuan guru Muhammad Kasyful Anwar inilah, beliau bersama sepupunya yakni 'Alimul Allamah Al-'Arif Billah Syekh Muhammad Syarwani Abdan (Guru Bangil) mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan.

Pada tahun 1930 Masehi, beliau dan Guru Bangil berangkat ke Tanah Suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji, sekaligus menuntut ilmu di sana dengan diantar langsung oleh pamannya yaitu Tuan Guru Muhammad Kasyful Anwar. Selama di Makkah, mereka berdua belajar dengan tekun, sampai diibaratkan “siang bercermin kitab, malam bertongkat pensil”.

Di antara guru-guru dari Tuan Guru Anang Sya’rani Arif adalah:
‘Alimul 'Allamah Sayyid Amin al-Kutbi
‘Alimul 'Allamah Syekh Umar Hamdan
‘Alimul 'Allamah Syekh Ali bin Abdullah al-Banjari
‘Alimul 'Allamah Syekh Bakri Syatha
‘Alimul 'Allamah Syekh Muhammad Ali bin Husein Al Maliki
‘Alimul 'Allamah Syekh Ahyad Al Bughuri

Setelah menimba ilmu di Makkah dan juga menjadi pengajar di Masjidil Haram, Tuan Guru Anang Sya’rani Arif dan Tuan Guru Syarwani Abdan kembali pulang ke Martapura, pada tahun 1952.
Sesampainya di Martapura, beliau langsung menerima tongkat estafet kepemimpinan dari guru pembimbingnya yakni Syekh Muhammad Kasyful Anwar. Selain sebagai pemimpin Pesantren Darussalam pada periode kelima 1959-1969 beliau juga mengadakan pengajian khusus untuk para guru di kediamannya di Kampung Melayu.

Tuan Guru Anang Sya’rani Arif dikenal sebagai seorang ulama yang tak kenal lelah dalam mengajar, meskipun kondisi beliau sedang mengalami sakit. Bahkan beliau pernah mengajar dengan berbaring. Beliau juga dikenal sebagai ulama yang sangat cepat dalam memecahkan suatu permasalahan. Jika ada guru-guru yang menemui masalah yang sulit, maka mereka pergi menemui Tuan Guru Anang Sya'rani Arif untuk mendapatkan pemecahan dari masalah tersebut. Beliau sangat mencintai ilmu dan para penuntut ilmu, hingga sampai akhir hayatnya pun beliau masih aktif mengajar.

Di antara murid murid beliau adalah :
KH. Mahfuzh Amin (Pengasuh Pondok Pesantren Ibnul Amin Pemangkih)
Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al Banjari
KH. Salim Ma’ruf
KH. Mukhtar HS (Pengasuh Pondok Pesantren Ibnul Amin Pemangkih)
dan banyak lagi murid-murid lainnya.

Dan diantara kitab-kitab karangan beliau adalah :
Thanwirut Thulab (ilmu yang menguraikan tentang Ushul Hadist)
Hidayatuz Zaman (berisi hadist-hadist tentang akhir zaman)

Pada tanggal 14 Jumadil Awwal (1969 M), beliau akhirnya berpulang ke Rahmatullah membawa amal bakti yang tiada terhingga. Jasad belau dimakamkan di Kampung Melayu Tengah, Martapura, Kalimantan Selatan.

source : wikipedia, kanalkalimantan
Sang Pejalan

Jalan Suluk merupakan web/blog yang mengulas berbagai hal tentang ajaran agama Islam seperti tasawuf, sholawat, hikmah, suluk, manakib ulama dll.

Lebih baru Lebih lama

Artikel Pilihan