Sholawat Asyghil dan Sejarahnya

Bacaan Sholawat Asyghil

Bacaan sholawat yang kita panjatkan kepada Allah SWT untuk Rasulullah SAW ada banyak macamnya. Dari yang diajarkan Nabi SAW hingga yang digubah oleh para alim ulama.

Diantara sholawat itu adalah "Sholawat Asyghil". Konon, Sholawat Asyghil itu dipanjatkan oleh Sayyid Ja’far Shodiq bin Muhammad al Baqir yang wafat pada 138 H. Beliau adalah dzurriyat/keturunan Rasulullah SAW dari cucunya yang bernama Sayyidina Husein putra Ali bin Abi Thalib dengan Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Sholawat Asyghil sering beliau panjatkan saat Doa Qunut pada waktu Sholat Subuh. Sayyid Ja'far Shodiq hidup di masa akhir pemerintahan Dinasti Umayyah dan awal pemerintahan Abassiyah. Pada waktu itu kehidupan politik tidak stabil dan penuh konflik antara penguasa dengan rakyatnya.

Sholawat Asyghil yang berarti "sibuk" ini bertujuan untuk memohon rahmat Allah SWT untuk Rasulullah SAW dan juga untuk memohon keselamatan dari kedzhaliman para penguasa. Sholawat ini dimaknai sebagai permintaan kepada Allah SWT, agar para penguasa yang dzhalim disibukkan oleh permasalahan diantara mereka sendiri, sehingga kaum muslim bisa mencapai hal yang diinginkan.

Seiring berjalannya waktu, Sholawat Asyghil juga dikenal dengan sebutan Sholawat ‘Habib Ahmad bin Umar al-Hinduan Ba'alawy’ (wafat 1122 H). Karena bacaan sholawat ini tercantum dalam kitab kumpulan sholawat beliau yakni al-Kawakib al-Mudhi’ah Fi Dzikr al-Shalah Ala Khair al-Bariyyah.
Di Indonesia, Sholawat Asyghil ini dulunya sering dilantunkan di Masjid-masjid maupun Musholla saat menjelang Sholat Maghrib. Ditambah lagi dengan langgam sholawat yang enak didengar dan menyentuh hati.

Berikut ini adalah bacaan Sholawat Asyghil dan artinya

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَي اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammad wa asyghilidz dzolimin bidz dzolimin wa akhrijna min bainihim salimin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.

Artinya : “Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zalim dengan orang zalim lainnya. Selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan limpahkanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau.”

Semoga kita dijadikan umat yang gemar bersholawat dan diselamatkan oleh Allah dari kekejaman dan fitnah akhir zaman. Aamiiin.
Sang Pejalan

Jalan Suluk merupakan web/blog yang mengulas berbagai hal tentang ajaran agama Islam seperti tasawuf, sholawat, hikmah, suluk, manakib ulama dll.

Lebih baru Lebih lama

Artikel Pilihan