Anak Miskin dan Segelas Susu

Segelas Susu (from ahchealthenews.com)


Suatu ketika, seorang anak miskin yang berjualan dari satu rumah ke rumah lainnya untuk membiayai sekolahnya, merasa lapar namun hanya memiliki uang satu sen. Ia kemudian memutuskan untuk minta makan di rumah berikutnya. Tetapi segera kehilangan keberaniannya ketika seorang gadis cantik membukakan pintu rumah itu. Anak itu hanya minta air.

Gadis cantik itu melihat bahwa si anak kecil kelihatan lapar, ia masuk ke dalam dan balik keluar dengan membawa gelas besar berisi susu. Diberikannya gelas itu pada anak kecil dan si anak itu meminumnya perlahan-lahan.

“Berapa harus kubayar segelas susu ini?” kata anak kecil itu usai meminum susu.
“Kau tidak perlu membayar, Ibu melarangku menerima pembayaran atas kebaikan yang kulakukan,” jawab si gadis.
“Jika begitu, kuucapkan terima kasih banyak dari lubuk hatiku,” jawab anak kecil.

Anak kecil yang ternyata bernama Howard Kelly itu, kemudian beranjak pergi meninggalkan rumah si gadis yang memberinya segelas susu. Kini ia merasa badannya lebih kuat dan bertambah keyakinannya kepada Tuhan juga kepercayaannya kepada sesama manusia semakin mantap. Padahal sebelumnya, Howard kecil hampir putus asa dan hendak menyerah pada nasib.

Beberapa tahun sejak kejadian itu berlalu, si gadis pemberi susu itu menderia sakit parah. Para dokter di tempat ia tinggal setempat kebingungan ketika mendiagnosa penyakitnya. Mereka menyarankan agar si gadis dikirim ke kota besar dan mengundang para dokter ahli untuk mendiagnosa penyakit langka yang diderita pasien. Termasuk Dokter Spesialis Howard Kelly yang ikut dipanggil ke ruang konsultasi untuk dimintai pendapatnya.

Saat mengetahui nama kota asal si pasien, terlihat raut muka yang aneh di wajah Dokter Howard Kelly. Ia segera bangkit dan berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan berpakaian dokter untuk menemui si pasien. Begitu melihat si pasien, Dokter Kelly segera mengenali wanita yang sakit itu. Kemudian ia kembali ke ruang konsultasi dengan keinginan untuk menyelamatkan si pasien.
Sejak hari itu Dokter Kelly memberikan perhatian khusus pada perawatan pasien wanita itu. Setelah dirawat cukup lama, akhirnya si pasien bisa sembuh. Dokter Kelly meminta kepada bagian keuangan agar biaya perawatan si pasien diajukan kepadanya terlebih dahulu untuk disetujui sebelum diserahkan kepada si pasien.

Nota tagihan pun kemudian dikirimkan ke Dokter Kelly. Ia mengamati sejenak lembaran nota itu lalu menuliskan sesuatu di pinggirnya. Tagihan tersebut kemudian dikirimkan kepada pasien.
Pasien wanita itu merasa takut saat membuka amplop nota tagihan karena yakin bahwa untuk melunasi biaya perawatan rumah sakit ia harus menghabiskan sisa umurnya.

Akhirnya, dibukalah tagihan dan pandangannya segera tertuju pada tulisan di pinggir tagihan itu :

Telah dibayar lunas dengan segelas susu

Tertanda
DR. Howard Nelly


Air mata bahagia membanjiri mata si pasien. Ia berkata dalam hati, “Terima kasih Tuhan, cinta-Mu telah tersebar luas lewat hati dan tangan manusia.” (Author Unknown)

Dikutip dari “Hikmah dari Seberang oleh Drs. Abu Abdillah Al-Husainy”
Sang Pejalan

Jalan Suluk merupakan web/blog yang mengulas berbagai hal tentang ajaran agama Islam seperti tasawuf, sholawat, hikmah, suluk, manakib ulama dll.

Lebih baru Lebih lama

Artikel Pilihan