Mutiara Hikmah Imam Al-Ghazali (Bagian 2)


41. Diam adalah sesuatu yang utama. Perkataan itu ada 4 bagian :
a. Mudharat semata-mata
b. Manfaat semata-mata
c. Terdapat mudharat dan manfaat
d. Tidak Terdapat mudharat dan manfaat

42. Sekiranya kita dilihat oleh orang-orang shaleh terdahulu, tentulah mereka akan mengatakan dengan pasti : "Bahwa kita ini tidak beriman pada hari perhitungan amal."

43. 1.) Ada 4 hal yang menguatkan badan, yaitu :
a. Memakan daging
b. Mencium bau-bauan
c. Memperbanyak mandi, bukan mandi junub
2.) Ada juga 4 hal yang melemahkan badan, yaitu :
a. Banyak bersetubuh
b. Banyak berduka cita
c. Banyak meminum air tanpa memakan sesuatu
d. Banyak makan yang masam
3.) Ada 4 hal yang menguatkan penglihatan, yaitu :
a. Duduk ke arah kiblat
b. Bercelak ketika mau tidur
c. Memandang benda-benda hijau
d. Membersihkan pakaian
4.) Ada juga 4 hal yang melemahkan penglihatan, yaitu :
a. Memandang benda-benda yang menjijikkan
b. Melihat orang yang dipancung
c. Melihat kemaluan wanita
d. Duduk membelakangi kiblat
5.) Ada 4 hal yang dapat menambah kekuatan bersetubuh :
a. Memakan daging burung
b. Memakan ithrifil besar
c. Memakan fustuq (semacam buah-buahan, satu tangkai terdapat sepuluh buah)
d. Memakan jirjir (semacam sayuran yang tumbuh di atas air dan dapat dimakan)

44. Tidur itu ada 4 macam, yaitu :
a. Tidur di atas kuduk, yaitu tidurnya para Nabi dimana mereka itu bertafakkur tentang kejadian langit dan bumi.
b. Tidur di atas lambung kanan, yaitu tidurnya para Ulama dan ahli ibadah.
c. Tidur di atas lambung kiri, yaitu tidurnya para raja untuk menghancurkan makanan yang telah mereka makan.
d. Tidur telungkup, yaitu tidurnya para setan.

45. Ada 4 hal yang dapat menambah kecerdasan akal, yaitu :
a. Meninggalkan perkataan yang tidak perlu
b. Bersuci
c. Duduk dengan orang-orang sholeh
d. Duduk dengan para Ulama

46. Ada 4 hal yang tergolong ibadah, yaitu :
a. Tidak melangkah dengan suatu langkah, melainkan dengan berwudhu.
b. Memperbanyak sujud
c. Membiasakan diri di masjid
d. Memperbanyak membaca Al-Qur'an

47. Tidaklah ada kecintaan pada kemegahan dari hati selain mengasingkan diri dari manusia, lari dari bercampur baur dengan mereka dan meninggalkan apa yang melebihkan kemegahannya dalam hati mereka.

48. Sesungguhnya memandang wajah Ulama atau orang sholeh adalah termasuk ibadah.

49. Meneliti dan mengenali diri sendiri merupakan kunci rahasia mengenal Allah SWT.

50. Tiada kebahagiaan yang lebih utama dari pada mempunyai ilmu hakekat mengenal Allah SWT.

51. Tujuan perbaikan akhlak ialah untuk membersihkan hati dari kotoran-kotoran hawa nafsu dan amarah, sehingga hati itu jernih bagaikan cermin yang dapat menerima cahaya Allah SWT.

52. Seseorang yang kehilangan hasrat untuk mengetahui ilmu ini, adalah semisal orang yang kehilangan nasfsu makan, atau berarti orang yang suka makan roti yang bercampur tanah liat.

53. Kalau seseorang tidak mengetahui jiwanya sendiri paling dekat kepadanya, maka apa gunanya ia menuntut berbagai macam ilmu pengetahuan yang beraneka ragam itu.

54. Barangsiapa yang tidak mengendalikan hawa nafsunya, tidak akan mendapat pujian dari masyarakat ramai.

55. Barangsiapa yang menjadi tukang fitnah, tukang mengumpat, akan melihat dirinya sendiri dengan wujud seperti kanibal (manusia pemakan manusia) yang sedang memakan daging mayat saudaranya sendiri. Dan barangsiapa menjadi penghasut, iri hati dan dengki, maka ia akan melihat dirinya sendiri dalam wujud seperti orang yang melempar batu ke dinding, kemudian batu itu berbalik menyerang mata anak-anaknya sendiri.

56. Tugas utama dari manusia di atas bumi ini, ialah mengadakan persiapan-persiapan perbekalan untuk hari depan di akhirat kelak.

57. Kita harus ingat bahwa tidak semua bid'ah itu dilarang. Kecuali perbuatan-perbuatan itu jelas bertentangan dengan hukum-hukum Agama. Misalnya "Sholat Tarawih" yang pertama kali diadakan oleh Khalifah Umar bin Khattab.

58. Apabila cinta kepada Allah itu sampai ke lubuik hati, maka semua cinta kepada selain-Nya akan tersingkir.

59. Selembar tikar yang terbentang di pojok rumah lebih baik dari pada istri yang mandul.

60. Apabila cinta kepada Allah telah sempurna, maka tidak ada sesuatu kesenangan yang dapat melebihi kesenangan dalam melakukan ibadah.

61. Alam yang sangat luas ini adalah kitab, syair, lukisan, ukiran, dan bangunan yang penuh keindahan dan rahasia. Tak terbatas tentunya ilmu dan kekuasaan pencipta-Nya. Tiap yang indah itu dicinta, tetapi yang mutlak indah itu hanyalah satu. Bahagialah orang yang telah sempurna cintanya kepada Dia. Kesempurnaan cintanya itu ialah karena ia menginsafi tanasub (persesuaian) batin antara dirinya dengan Dia.

62. Membantah suatu faham sebelum mengerti benar-benar hakikat faham itu, hanya akan merupakan bantahan serampangan saja.

63. Ilmu hakiki itu ialah yang memberi keyakinan, bahwa maksiat itu racun yang membunuh dan bahwa akhirat itu lebih utama daripada dunia. Barangsiapa yang tahu akan hal ini, maka ia tak akan lepaskan yang lebih utama untuk mengambil yang nista.

64. Tanda-tanda bahwa seorang hamba itu mencintai Allah SWT adalah :
a. Ia ingin berjumpa dengan siapa yang dicintainya. Keinginannya untuk berjumpa itu kuat sekali, sehingga ia yakin bahwa tiada jalan untuk itu kecuali dengan meninggalkan dunia ini, tentulah ia tidak keberatan.
b. Ia bersedia meninggalkan segala yang disukainya jika bertentangan dengan perintah-Nya.
c. Ia mencintai Al-Qur'an, mencintai Rasulullah SAW, mencintai apa dan siapa yang ada hubungannya dengan Dia. Barangsiapa cinta kepada Allah, tentulah ia cinta kepada makhluk-Nya.
d. Suka bermunajat dan berbisik-bisik dengan-Nya. Di keheningan malam diambilnya kesempatan untuk sholat Tahajjud.
e. Ia sangat merasa sayang kalau dalam hidupnya ada sesaat yang tak terisi dzikir atau taat kepada Allah.
f. Taat kepada-Nya itu dirasakannya sebagai nikmat. Setiap orang yang asyik tidak akan berat berbuat apa saja.
g. Ia merasa kasih sayang kepada sekalian hamba Allah, tetapi keras terhadap musuh-musuh-Nya.
h. Dalam cintanya itu ia merasa takut dan merasa dirinya rendah karena hormat dan ta'zimnya. Takut di sini tidak bertentangan dengan cinta. Insyaf akan kebesaran Allah itu menumbuhkan rasa ngeri. Berhadapan dengan keindahan-Nya dan kesempurnaan-Nya itu mendatangkan cinta.
i. Ia merahasiakan cintanya, yaitu karena ta'zim akan yang dicintainya, karena memuliakan-Nya, karena haibah kepada-Nya dan karena ghirah akan rahasia-Nya.
j. Merasa ramah dan gembira dalam bergaul dan berdekatan dengan-Nya.
k. Rela dan menerima dengan senang hati semua yang datang daripada-Nya.

65. Ibadah itu ialah buat dirimu, faedah dari umur, hasil usaha dari hamba-hamba Allah yang kuat, barang berharga dari para wali Allah, jalan yang ditempuh oleh mereka yang mulia, tujuan dari orang-orang yang mempunyai cita-cita, syair dari golongan yang terhormat, pekerjaan dari orang-orang yang berkata jujur, pilihan dari mereka yang waspada, dan jalan menuju surga.

66. Memanglah kenyataan bahwa manusia itu lemah, sedangkan zaman sudah payah, urusan agama mundur, kesempatan kurang, banyak tugas sementara umur pendek, penguji amat teliti, ajal dekat, perjalanan jauh, dan taat satu-satunya menjadi bekal. Karena itu harus taat.

67. Apa yang engkau lihat dan dengar itu, yaitu kitab-kitab yang dikarang oleh Ulama, ujaran dari para guru, nasehat dari pena-sehat, pikiran dari para pemikir, itu semuanya demi untuk ibadah dan ilmu.

68. Tiada yang lebih baik daripada Ilmu dan Ibadah. Jangan kita mempergunakan otak kita melainkan untuk ilmu dan ibadah. Pusatkanlah sekarang ini perhatian kita kepada ilmu dan ibadah. Bila sudah terpusat maka jadi kuat, bila sudah kuat maka berhasillah kita.

69. Jangan banyak berpikir. Berpikir untuk ilmu dan ibadah saja. Jika ada konsentrasi, ada sukses.

70. Selain ilmu dan ibadah adalah bathil dan sesat. selain dari ilmu dan ibadah akan menghancurkan dunia.

71. Insya Allah dunia ini akan hancur bila tidak kembali kepada ilmu dan ibadah.

72. Barangsiapa yang tidak mau belajar tentu ia tidak dapat meyakinkan dan menetapkan hukum-hukum ibadah dan tidak akan dapat melaksanakan hak/syarat-syaratnya sebagaimana mestinya.

73. Ulama akhirat benar-benar waspada mata hatinya. Mereka mendasarkan persoalan mereka dengan tawakkal kepada Allah. Kemanfaatan yang didatangkan oleh sabar ada 4 macam :
a. Sabar melakukan taat
b. Sabar menahan dari maksiat
c. Sabar menahan dari godaan dunia
d. Sabar menderita dari cobaan-cobaan dan musibah

74. Wajib bagi setiap muslim mengetahui masalah yang di i'tikadkan oleh Ahlussunnah wal jamaa'ah yang merupakan golongan terbesar pengikut Rasulullah SAW yang disebut Aswadu a'dzom.

75. Dalam ilmu syariat berpedoman dan berpeganglah kepada madzhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali. Yang satu sama lain tidak saling mencela. Terbukanya pintu ijtihad bagi para ahli sudah mendapat persetujuan dari Rasulullah SAW, yaitu siapa yang ijtihadnya benar mendapat 2 pahala dan kalau salah dia dapat 1 pahala. Karena itulah perbedaan pendapat para mujtahid adalah sesuatu yang wajar dan tak dapat dihindarkan.

76. Pada masa Rasulullah SAW masih hidup, perbedaan pendapat ini sudah ada. Misalnya pendapat Mu'adz bin Jabal, pendapat Abdullah bin Umar, pendapat Abdullah bin Abbas dan lain-lain.

77. Para sahabat Rasulullah SAW berbeda pendapat tapi tidak saling mencela. Imam Al-Ghazali sangat menekankan jangan saling mencela.

Sang Pejalan

Jalan Suluk merupakan web/blog yang mengulas berbagai hal tentang ajaran agama Islam seperti tasawuf, sholawat, hikmah, suluk, manakib ulama dll.

Lebih baru Lebih lama

Artikel Pilihan