Mutiara Nasehat Syekh Hasan Al-Bashri


Mutiara Nasehat Syekh Hasan Al-Bashri

1.    Nabi Isa Alaihissalam selalu memakai pakaian dari bulu , memakan buah-buahan dan tidur di manapun beliau berada di kala datang.
2.    Saya telah menemui 70 sahabat yang ikut perang Badar, pakaian mereka semua terbuat dari Wool.
3.    Carilah manisnya amal dari 3 perkara. Jika engkau telah mendapatkannya, maka bergembiralah dan teruslah mencapai tujuan. Jika belum mendapatkannya, maka pintu masih tertutup rapat. 3 perkara itu adalah :
a.    Ketika engkau membaca Al-Qur’an
b.    Ketika engkau berdzikir
c.    Ketika engkau sujud
4.    Siksa bagi orang alim itu matinya hati. Ketika beliau (Syekh Hasan Bashri) ditanya : “Bagaimana matinya hati itu?”. Beliau menjawab : “Mencari dunia dengan amal akhirat”.
5.    Tuntutlah ilmu, tapi tidak melupakan ibadah. Dan kerjakanlah ibadah, tapi tidak boleh melupakan ilmu.
6.    Engkau akan mati dan semuanya akan kau tinggalkan. Hartamu nanti akan dibagi-bagikan kepada ahli warismu yang akan berebut, termasuk istrimu yang masih muda belia. Ia akan kawin lagi dengan orang lain. Jadi, kekayaan itu kelak hanya menjadi milik suaminya yang  baru.
7.    Allah SWT melaknat orang-orang yang tidak percaya bahwa Dia telah menjamin rezeki mereka.
8.    Barangsiapa mendoakan orang dzalim agar panjang umurnya, maka ia telah mencintai kemaksiatan kepada Allah SWT yang terus berlangsung di muka bumi.
9.    Barangsiapa yang membawa berita adu-domba kepadamu, tentulah ia akan mengadu-domba engkau.
10.    Setiap orang Sholat yang hatinya lalai dan lengah, maka hal yang demikian itu adalah lebih cepat mendapatkan siksaan.
11.    Langkahi sajalah orang yang suka duduk di pintu-pintu masjid pada hari Jum’at. Karena sudah tidak ada kehormatan bagi mereka.
12.    Memutuskan silaturrahim dengan orang fasik adalah cara pendekatan diri kepada Allah SWT.
13.    Berapa banyaknya orang yang tidak dilahirkan oleh ibunya sendiri. Dan karena itu ada orang mengatakan : “Kekerabatan itu memerlukan kesayangan, sedangkan kesayangan itu tidak memerlukan kekerabatan.”
14.    Sebagai tanda orang Muslim ialah kuat dalam memegang agama, keras hati tapi lemah-lembut, beriman dengan menggunakan keyakinan, berpengetahuan disertai penuh kesabaran, berpikiran panjang disertai kasih sayang, memberikan mana yang menjadikan hak orang lain dan mengikuti jalan yang benar, bersikap sederhana meskipun kaya, menunjukkan kecukupan meski dalam kekurangan, berbuat baik selagi masih bisa, menanggung segala penderitaan dengan berusaha menghilangkannya, selalu sabar dalam keadaan yang sulit, dapat menguasai amarah, tidak dipengaruhi sehingga membabi buta oleh kesombongan atau membela yang tidak benar, mampu menundukkan syahwat, tidak tampak sifatnya yang hanya ingin menggendutkan perut, memiliki sifat qanaah, cita-citanya tinggi. Senantiasa menolong orang-orang teraniaya dan berbelas kasihan pada yang lemah. Dermawan namun tidak boros. Mengampuni terhadap orang yang mendzaliminya dan memaafkan orang bodoh yang menyakiti hatinya. Tabah menderita demi kebahagiaan orang banyak dan berkecukupan dengan sikapnya itu.
15.    Berjabat tangan ialah memperkuat rasa kasih sayang.
16.    Kalimat-kalimat yang aku hafal dari Taurat adalah, jika manusia merasa cukup dengan apa yang ada (bersifat Qana’ah), maka menjadi kayalah ia. Jika mengasingkan diri dari manusia maka selamatlah ia. Jika meninggalkan nafsu syahwat maka merdekalah ia. Jika meninggalkan sifat dengki maka lahirlah sifat memelihara kehormatan diri. Dan jika bersabar sedikit, maka akan merasa senang ia pada masa yang panjang.
17.    Barangsiapa mengajakmu berlomba-lomba dengan agama, maka ajaklah ia. Sebaliknya, yang mengajakmu berlomba dengan dunia, maka lemparkanlah dunia itu pada lehernya.
18.    Allah mengasihani kaum yang menganggap dunia sebagai simpanan. Lalu mereka menyerahkannya kepada orang yang sanggup memegang amanat terhadap barang simpanan tersebut. Kemudian mereka merasa senang dengan ringannya beban.
19.    Demi Allah! Sesungguhnya Bani Israil itu telah menyembah berhala sesudah menyembah Tuhan Yang Maha Pengasih, disebabkan kecintaan mereka kepada dunia.
20.    Kasihan sekali manusia yang menyukai negeri yang bekalnya itu diperhitungkan dan haramnya diazab. Kalau yang halal diambilnya, niscaya ia diperhitungkan. Dan kalau yang haram diambilnya, niscaya ia diazab. Manusia itu bebas dengan hartanya dan tidak bebas dengan amal perbuatannya. Ia bergembira jika malapetaka menimpa agamanya dan berduka cita jika malapetaka menimpa dunia.
21.    Manusia akan mengalami 3 kerugian, yaitu :
a.    Tidak merasa kenyang dari barang yang dikumpulkannya
b.    Tidak akan memperoleh apa yang diangan-angankannya
c.    Tidak mendapatkan perbekalan yang baik dari perjalanan yang ditempuhnya.
Sang Pejalan

Jalan Suluk merupakan web/blog yang mengulas berbagai hal tentang ajaran agama Islam seperti tasawuf, sholawat, hikmah, suluk, manakib ulama dll.

Lebih baru Lebih lama

Artikel Pilihan