Unsur-unsur Tasawwuf

Tasawwuf

Seorang tokoh sufi yang bernama Abul Hasan Muhammad bin Ahmad al-Farisi berkata : “Bahwa unsur-unsur Tasawwuf ada 10 macam, yaitu :
1.    Pemisahan (penjernihan) Tauhid
2.    Memmahami pendengar
3.    Memperbaiki hubungan
4.    Menyukai keutamaan
5.    Meninggalkan usaha
6.    Cepat bersuka cita
7.    Membuka pemikiran
8.    Memperbanyak bepergian
9.    Meninggalkan keuntungan/kelezatan duniawi
10.    Melarang penimbunan

Maksud dari poin-poin di atas adalah sebagai berikut :
A. Pemisahan (penjernihan) Tauhid
Ialah meniadakan pemikiran politheisme (banyak Tuhan) maupun atheisme (tidak percaya adanya Tuhan) yang akan merusak iman seseorang kepada Allah Yang Maha Esa.

B. Memahami Pendengar
Mendengar dengan hati, dengan pengalaman batin, bukan dengan ilmu saja.

C. Menyukai Keutamaan
Maksudnya adalah seseorang itu menghiasi dirinya dengan sifat-sifat utama, sehingga ia bersifat lebih utama dari yang selainnya.

D. Cepat Bersuka Cita
Ialah hendaknya getaran hati seseorang selalu dipengaruhi oleh kecintaan kepada Allah SWT dan tidak dipengaruhi oleh ajakan-ajakan jahat terhadap-Nya.

E. Membuka Pemikiran
Hendaknya seseorang itu meneliti apa-apa yang timbul dalam hatinya, mengikuti yang benar dan membuang jauh-jauh pemikiran yang salah.

F. Memperbanyak Bepergian
Seyogyanya seseorang itu memperbanyak bepergian untuk menyaksikan kejadian-kejadian yang ada di bumi dan langit, sebagaimana Firman Allah :
أَوَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ

“Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, dan memperhatikan akibat (yang diderita) orang-orang sebelum kamu?” (QS. Ar-Rum : 9)

Dan Firman Allah yang lainnya lagi,

قُلْ سِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ بَدَأَ ٱلْخَلْقَ

Katakanlah : “Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan kejadian sesuatu dari permulaannya?” (QS. Al-Ankabut : 20)

Dalam Firman Allah “Berjalanlah di muka bumi” seperti di atas adalah untuk menjelaskan bahwa berjalan di muka bumi itu hendaklah disertai dengan cahaya ilmu (makrifat), bukan dengan kepicikan, sehingga hilanglah hal-hal yang bersifat kebendaan (materialisme). Juga karena untuk melatih jiwa, meninggalkan kelezatan duniawi dan menanamkan rasa tawakkal kepada Allah SWT.

G. Melarang penimbunan
Ialah berlaku dalam menjalankan keadaan/pengalaman spiritual bukan di dalam kewajiban ilmu.
Sang Pejalan

Jalan Suluk merupakan web/blog yang mengulas berbagai hal tentang ajaran agama Islam seperti tasawuf, sholawat, hikmah, suluk, manakib ulama dll.

Lebih baru Lebih lama

Artikel Pilihan