Kesadaran Hati

Konon, dahulu hiduplah seorang yang sangat kaya dan cerdas. Karena kecerdasan dan kekayaannya yang melebihi orang lain itu membuat ia sombong dan merasa layak untuk dihormati. Muhammad bin Isa namanya.

Suatu hari ia melintasi jalanan di Baghdad dengan berkuda. Diiringi dengan para pelayan yang banyak. Orang-orang di sekitar jalanan pun penuh bertanya-tanya tentang siapa orang yang diiring pengikut itu.

“Apakah kau tahu siapa laki-laki itu?" tanya seseorang.

"Tidak. Siapa dia? la begitu mempesona. Kudanya bagus. Nampak ia begitu kaya raya." ujar seorang yang lain.

Dan diantara kerumunan orang-orang itu, ada seorang perempuan tua. Perempuan tua itu kemudian menjawab pertanyaan orang-orang.

"Ketahuilah, wahai orang-orang.” Kata perempuan tua itu. "Sebenarnya dia itu orang miskin, bukan orang kaya. Jika Allah meniadakan kekayaannya, ia pasti tak akan memiliki harta benda seperti saat ini."

Muhammad bin Isa yang mendengar perkataan perempuan tua tersebut kemudian langsung turun dari kudanya. Orang-orang khawatir ia akan memarahi dan memaki perempuan tua itu. Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Muhammad bin Isa memegang tangan perempuan itu. Kemudian dengan penuh hormat ia mencium tangannya.

Ia berkata, "Wahai saudara-saudaraku, Ibu ini benar. Aku sebenarnya bukan orang kaya. Aku orang miskin. Allah-lah sebenarnya pemilik apa yang aku pakai, apa yang aku tunggangi dan apa yang aku nikmati selama ini."

Orang-orang yang berkerumun itu begitu takjub dengan penjelasan Muhammad bin Isa. Sejak saat itu, Muhammad bin Isa menanggalkan nafsunya untuk memamerkan kekayaannya. Sungguh kesadarannya telah kembali. Hasutan setan disingkirkan oleh suara dari perempuan tua itu. Muhammad bin Isa sangat bersyukur karena Allah Subhanahu wa ta’ala berkenan mengembalikannya ke jalan yang benar, tanpa kemegahan, kemewahan, kecantikan, ketampanan, kekayaan, kepintaran dan kemuliaan yang semu.

Sang Pejalan

Jalan Suluk merupakan web/blog yang mengulas berbagai hal tentang ajaran agama Islam seperti tasawuf, sholawat, hikmah, suluk, manakib ulama dll.

Lebih baru Lebih lama

Artikel Pilihan