Abu Bakar Asy-Syibli dan Kucing

Konon di Baghdad dahulu kala ada seseorang yang bermimpi tentang Syekh Abu Bakar Asy-Syibli. Dan Syekh Abu Bakar Asy-Syibli ini merupakan murid dari ulama dan sufi terkenal yaitu Syekh Junaid Al-Baghdadi.

Si Fulan yang bermimpi tersebut melihat dialog antara Syekh Abu Bakar Asy-Syibli yang telah wafat sedang ditanya oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

“Hai Abu Bakar,” tanya Allah kepada ruh Abu Bakar Asy-Syibli.

"Engkau tahu apa yang membuat-Ku mengampuni dosa-dosamu?”

"Amal salehku," jawab ruh Syekh Abu Bakar Asy-Syibli.

"Bukan," kata Allah Subhanahu wa ta’ala.

"Keikhlasanku dalam beribadah?" jawab Syekh Abu Bakar Asy-Svibli.

"Bukan," kata Allah Subhanahu wa ta’ala.

“Hajiku, puasaku, shalatku?" jawab Syekh Abu Bakar Asy-Syibli lagi.

"Juga bukan," kata Allah Subhanahu wa ta’ala.

"Perjalananku kepada orang-orang saleh untuk mencari ilmu," jawab Syekh Abu Bakar Asy-Syibli.

"Bukan juga," kata Allah Subhanahu wa ta’ala.

"Ya Ilahi, lantas apa yang membuat Engkau mengampuniku?" tanya Syekh Abu Bakar Asy-Syibli.

Kemudian Allah Subhanahu wa ta’ala menjawabnya dengan mengatakan pertemuan antara Syekh Abu Bakar Asy-Syibli dengan seekor kucing di jalanan Kota Baghdad.

Pada waktu itu, turun hujan deras di Baghdad. Syekh Abu Bakar Asy-Syibli sedang berjalan kaki hendak pulang ke rumahnya. Saat perjalanan pulang itu, Syekh Abu Bakar Asy-Syibli melihat seekor kucing kecil yang meringkuk di sudut sebuah bangunan tua.

"Kasihan benar kucing kecil ini," kata Syekh Abu Bakar Asy-Syibli.

"Udara sedang tidak bersahabat, mengapa kau tidak tidur di dalam rumah tuanmu? Apakah tuanmu telah menelantarkanmu? Kalau kau kucing kecil yang terlantar, aku ingin kau tinggal di rumahku. Di sana ada makanan dan kehangatan. Engkau akan sehat."

Kemudian Syekh Abu Bakar Asy-Syibli mengambil kucing tersebut dan menaruhnya di dalam jubahnya dan membawanya pulang.

Sesampainya di rumah, Syekh Abu Bakar Asy-Syibli segera memberi kucing kecil itu makanan. Kucing itu makan dengan lahap. Nampaknya dia sangat lapar. Ia juga mengeringkan tubuh kucing itu lalu menyelimutinya dengan selembar kain. Dan kucing itu tertidur pulas.

"Lantaran kasih sayangmu kepada kucing itulah, Aku memberikan rahmat kepadamu." kata Allah Subhanahu wa ta’ala kepada Syekh Abu Bakar Asy-Syibli dalam mimpi si Fulan itu.

Demikianlah Kasih Sayang Allah Yang Maha Luas. Allah tak pernah membeda-bedakan makhluk-Nya yang mana yang akan diberi karunia, sebab kasih sayang-Nya untuk siapa saja.

Dan kebaikan tidak pernah menimbang kepada siapa dilakukan. Kebaikan akan selalu mendapat imbalan dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Manusia memiliki kewajiban untuk berbuat baik, kepada siapa saja dan kepada apa saja, berbuat baik kepada semua makhluk Allah Subhanahu wa ta’ala.

 

Sang Pejalan

Jalan Suluk merupakan web/blog yang mengulas berbagai hal tentang ajaran agama Islam seperti tasawuf, sholawat, hikmah, suluk, manakib ulama dll.

Lebih baru Lebih lama

Artikel Pilihan