Perjuangan Mencari Ilmu


Alkisah, dahulu kala ada seorang yang Bernama Imam Baqi bin Mikhlad. Ia merupakan contoh seorang penuntut ilmu yang gigih dan pantang menyerah. Karena kehausannya dalam mencari ilmu, ia rela meninggalkan kampung halamannya di Andalusia (Spanyol). Dengan berjalan kaki, Imam Baqi bin Mikhlad berangkat menuju ke Baghdad (Irak) untuk bertemu dan belajar kepada Imam Ahmad bin Hanbal. Pada masa itu Imam Ahmad sangat masyhur sehingga banyak orang berguru ilmu hadits kepadanya.

Saat hampir sampai di Baghdad, Imam Baqi bin Mikhlad menerima informasi yang kurang menyenangkan. Ia mendengar bahwa Imam Ahmad dilarang oleh Khalifah Al Makmun untuk mengajar kepada siapapun. Tentu saja hal itu membuat Imam Baqi bin Mikhlad kaget dan sedih karena ia datang dari negeri jauh dengan berjalan kaki namun mendapati bahwa Imam Ahmad dilarang untuk mengajar.

Hingga sampai di Baghdad, Imam Baqi bin Mikhlad mencari penginapan dan menaruh barang bawaannya kemudian pergi mencari tahu dimana keberadaan Imam Ahmad. Ketika mengetahui keberadaan Imam Ahmad, Imam Baqi bin Mikhlad segera berangkat menuju kediaman Imam Ahmad.

Sesampainya di depan rumah Imam Ahmad, Imam Baqi bin Mikhlad mengetuk pintu dan mengucap salam.

"Assalamu'alaikum," kata Imam Baqi bin Mikhlad.

"Wa'alaikumsalam," terdengar suara seorang laki-laki menjawab dari dalam. Lalu pintu terbuka dan terlihatlah Imam Ahmad.

"Wahai Abu Abdillah," kata Imam Baqi bin Mikhlad. "Saya seorang yang jauh rumahnya. Saya seorang pencari hadits dan penulis sunnah. Saya tidak datang ke sini kecuali untuk itu."

“Dari mana engkau, wahai saudaraku?" tanya Imam Ahmad. "Aku berasal dari Maghrib Al-Aqsha," kata Imam Baqi bin Mikhlad.

"Dari Afrika?" tanya Imam Ahmad. "Lebih jauh dari itu," jawab Imam Baqi bin Mikhlad. "Saya melewati laut dari negeri saya untuk menuju ke Afrika."

"Pastinya negara asalmu sangat jauh," kata Imam Ahmad. "Tidak ada yang lebih aku senangi melebihi dari pemenuhanku atas keinginanmu. Aku sangat senang mengajari apa yang engkau inginkan. Namun, saudaraku, saat ini diriku sedang difitnah dan dilarang untuk mengajar."

"Saya telah mengetahui hal itu, wahai Abu Abdillah!" kata Imam Baqi bin Mikhlad. "Saya tidak dikenal orang di daerah sini dan asing di tempat ini. Jika engkau mengizinkan, saya akan mendatangi engkau setiap hari dengan memakai pakaian seorang pengemis kemudian berdiri di depan pintu rumahmu dan meminta shadaqah dan bantuan. Wahai Abu Abdillah, masukkanlah saya lewat pintu ini lalu ajarkan kepadaku walaupun hanya satu hadis dalam sehari."

"Aku menyanggupi," kata Imam Ahmad. "Tapi dengan syarat engkau jangan datang ke tempat-tempat kajian dan ulama hadits yang lain. Jika engkau terlihat di sana, mereka akan mengenalmu sebagai seorang penuntut ilmu."

"Saya terima persyaratan itu, wahai Abu Abdillah."

Sejak itu, setiap harinya Imam Baqi bin Mikhlad mengambil tongkat dan menutupi kepalanya dengan sobekan kain dan memasukkan kertas serta alat tulis di dalam kantong bajunya. Setelah berpakaian seperti pengemis, maka ia berangkat menuju rumah Imam Ahmad dan berdiri di depan rumah beliau.

"Bersedekahlah kepada orang yang miskin agar mendapatkan pahala dari Allah," kata Imam Baqi bin Mikhlad saat sampai di depan rumah Imam Ahmad.

Sesudah Imam Baqi bin Mikhlad mengucapkan kata-kata tersebut, maka Imam Ahmad menemui Imam Baqi bin Mikhlad dan memasukkannya ke dalam rumah. Sesudah di dalam rumah, Imam Ahmad mengajari Imam Baqi bin Mikhlad 2, 3 hadits, dan kadangkala lebih dari itu.

Hingga berlangsung beberapa bulan, Imam Baqi bin Mikhlad berhasil mengumpulkan sebanyak 300 hadits dari Imam Ahmad. Dan juga setelah Khalifah al-Makmun wafat dan digantikan oleh Khalifah al-Mutawakkil, maka Imam Ahmad dibolehkan untuk mengajar lagi. Imam Ahmad menjadi masyhur dan memiliki kedudukan tinggi karena Khalifah al-Mutawakkil adalah seorang Khalifah yang membela sunnah.

Semakin hari majelis ilmu Imam Ahmad semakin ramai didatangi pada pencari ilmu. Pada saat itu, setiap Imam Baqi bin Mikhlad mendatangi Imam Ahmad di majelis ilmunya, Imam Ahmad selalu menyediakan tempat khusus bagi Imam Baqi bin Mikhlad yang duduknya berada di dekat Imam Ahmad. Imam Ahmad pernah berkata kepada murid-muridnya, "Inilah orang yang berhak dinamakan penuntut ilmu."

Dari kisah tersebut dapat diambil hikmah bahwa perjuangan Imam Baqi bin Mikhlad dalam menuntut ilmu hadits dari Imam Ahmad patut dicontoh para pencari ilmu. Begitu juga, cara Imam Ahmad mengajari muridnya bisa menjadi contoh bagi para guru.

Sang Pejalan

Jalan Suluk merupakan web/blog yang mengulas berbagai hal tentang ajaran agama Islam seperti tasawuf, sholawat, hikmah, suluk, manakib ulama dll.

Lebih baru Lebih lama

Artikel Pilihan