Berani Mengakui Kesalahan

Kisah berikut ini tentang Syaqiq al-Balkh yang mengajarkan kepada kita bahwa kesombongan dapat muncul dalam diri seseorang sebab ia tidak dapat berpikir logis. Kesombongan bukan bisa dilakukan oleh orang bodoh saja. Orang yang pandai pun juga bisa menyombongkan diri dengan kepandaianny. Karena sepandai apapun seseorang, ia akan tetap bodoh jika melakukan kesombongan.

Pada suatu hari saat sedang mengajar, Syaqiq al-Balkh berkata kepada murid-muridnya. "Kupertaruhkan imanku kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan pergi menjelajahi hutan liar dengan uang seadanya di saku," kata Syaqiq al-Balkh. “Kemudian aku pergi, pulang ke rumah dan ternyata uang receh ini masih ada."

Murid-murid yang mendengar cerita tersebut terkagum-kagum dengan keteguhan iman Syaqiq al-Balkh dalam cerita itu. Namun, ada salah satu murid yang membantah atas cerita yang itu. Murid tersebut berkata, “Wahai guru, jika engkau memiliki uang receh di saku, bagaimana bisa engkau mengatakan bahwa engkau menggantungkan segala sesuatu kepada yang lebih tinggi?"

Tertegun sejenak Syaqiq al-Balkh mendengar pertanyaan logis dari salah satu muridnya itu. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan itu sebab ia sadar telah melakukan kesalahan dalam ceritanya itu.

"Aku tidak dapat menjawab pertanyaanmu," kata Syaqiq al-Balkh. "Engkau benar. Ketika engkau hanya bergantung kepada-Nya, maka tidak ada tempat lagi untuk apa pun, sekecil apa pun, sebagai suatu perbekalan!"

Sebagai seorang guru, Syaqiq al-Balkh tidak segan atau pun malu mengakui kesalahannya. Beliau dengan sadar mengakui bahwa muridnya lah yang benar dan dia sendiri yang salah. Keterbukaan Syaqiq al-Balkh dalam hal ini seyogyanya patut dicontoh.

Di dalam ilmu logika, kebenaran dapat diuji apakah ada kesalahan dalam kebenaran itu. Menurut ilmu logika kebenaran itu selalu bergerak, tidak ada yang selalu benar. Kebenaran saat ini bisa direvisi dengan kebenaran esok hari. Karena kebenaran sejati hanyalah Al-Haq. Tiada kebenaran lain selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia Dzat yang Maha Benar. Dan, Al-Haq ini lah selalu dicari dan dirindukan oleh para kaum ahli tasawuf. Mereka adalah para makhluk yang senantiasa patuh dan takwa kepada Dzat yang Maha Pencipta.

Sang Pejalan

Jalan Suluk merupakan web/blog yang mengulas berbagai hal tentang ajaran agama Islam seperti tasawuf, sholawat, hikmah, suluk, manakib ulama dll.

Lebih baru Lebih lama

Artikel Pilihan