Racun Semangat Hidup


Pada suatu hari, seorang pria mendatangi seorang Tokoh Sufi yang cukup disegani di desa itu. Pria tersebut sedang dalam keadaan putus asa. Ia merasa bahwa hidupnya menjemukan hingga timbul keinginan untuk mengakhiri hidupnya.

"Wahai Tuan Sufi," kata pria tersebut. "Aku merasa bosan hidup. Rumah tanggaku berantakan. Usahaku hancur. Aku ingin mati saja!"

"Oh, kamu pasti sedang sakit," kata Tuan Sufi sambil tersenyum. "Penyakitmu pasti bisa disembuhkan."

"Tidak mungkin Tuan," kata pria itu. "Aku sudah tak ingin hidup lagi. Ingin ‘ku akhiri saja hidup ini."

"Baiklah, jika itu keinginanmu," kata Tuan Sufi itu. “Ambil botol ini. Didalamnya ada racun yang harus kau minum. Minumlah setengah botol malam ini, sisanya besok sore pukul 06.00. Kemudian pada pukul 08.00 malam engkau akan mati dengan tenang."

Seketika pria itu kebingungan dengan perkataan Tuan Sufi tadi.

"Lho?!" kata pria itu dengan penuh tanda tanya. Ia berpikir jika setiap Tuan Sufi yang pernah ia datangi selalu memberikan semangat dalam menjalani hidup. Tapi Tuan Sufi yang satu ini malah menawarkan racun.

"Sudah, tak usah bingung. Pulanglah sekarang!" kata Tuan Sufi itu.

Begitu sampai di rumah, pria itu minum setengah botol racun yang diberikan Tuan Sufi tadi. Kemudian ia mengajak keluarganya untuk makan malam di restoran favoritnya serta memesan makanan favorit yang sudah lama tidak ia makan. Pria itu juga bersenda gurau bersama keluarganya demi meninggalkan kenangan manis sebelum meninggal.

Hingga sebelum tidur, pria itu mencium istrinya dan berbisik, "Sayang, aku mencintaimu."

Keesokan paginya saat bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat pemandangan di luar. Terasa hembusan angin pagi menyegarkan tubuhnya.

Pria itu kemudian pergi untuk jalan-jalan pagi. Ketika pulang ke rumah, didapati istrinya masih tidur. Ia pun membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, dan satu untuk istrinya.

Istrinya kemudian bangun dan merasa ada yang aneh, hingga keheranan.

"Suamiku, apa yang terjadi?” tanya istrinya. “Apakah selama ini aku telah berbuat salah? Maafkan aku ya, sayang."

Hingga waktu beranjak, si pria pergi ke tempat kerjanya. Di kantornya ia menyapa setiap orang yang dijumpainya. Para karyawan pun bingung.

"Bos kita kok aneh ya hari ini? Ia jadi lebih toleran dan menghargai pendapat orang lain.” kata para karyawan.

Ketika sore hari, si pria pulang ke rumah dari kerjanya. Sesampainya di rumah sang istri sudah menunggunya. Sang istri menyambut dan mencium suaminya, "Sayang, aku mohon maaf, kalau selama ini selalu merepotkanmu."

Begitu juga dengan putra-putrinya yang kembali bermanja-manjaan pada ayahnya. Tiba-tiba, ia merasa hidupnya begitu indah. Terbesit dalam hatinya untuk membatalkan niatnya bunuh diri. Namun, bagaimana dengan racun yang sudah ia minum?

Bergegas si pria mendatangi Tuan Sufi dengan perasaan cemas karena khawatir air berisi racun yang ia minum kemarin sudah bereaksi.

"Wahai Tuan Sufi," kata Pria itu. "Aku datang untuk meminta penawar racun yang engkau berikan padaku kemarin."

"Lho? Mengapa sekarang engkau meminta penawarnya?" tanya Tuan Sufi.

"Aku telah salah sangka," kata pria itu. "Ternyata hidupku penuh dengan kebahagiaan. Anak-anak dan istriku sangat menyayangiku. Karyawan di kantorku juga menaruh perhatian dan hormat kepadaku."

"Kau belum menghabiskan racun itu?" tanya Tuan Sufi lagi.

"Belum Tuan Sufi," jawab pria itu.

"Habiskan saja air itu," kata Tuan Sufi dengan tersenyum. "Dan buang saja botolnya. Itu hanyalah air biasa. Dan aku pun bersyukur bahwa engkau sudah sembuh!"

"Jadi, air yang engkau berikan kepadaku itu bukan racun?" tanya pria itu terkejut.

"Bukan," kata Tuan Sufi. "Itu hanyalah air biasa."

"Alhamdulillah," kata pria itu.

Pria tersebut merasa bersyukur bertemu dengan seorang sufi yang cerdas dan bijak. Ia mengajari hidup bukan dengan kata-kata. Melainkan dengan maksud yang tersembunyi. Hidup pria itu tak akan berubah menjadi lebih baik jika ia tidak mau berubah. Sang Tuan Sufi hanva mengantarkannya pada gerbang pintu perubahan.

Sang Pejalan

Jalan Suluk merupakan web/blog yang mengulas berbagai hal tentang ajaran agama Islam seperti tasawuf, sholawat, hikmah, suluk, manakib ulama dll.

Lebih baru Lebih lama

Artikel Pilihan