Abdul Karim Al-Jili



Al-Jili atau biasa disebut Abdul Karim al-Jili diperkirakan lahir di Baghdad pada awal bulan Muharram 767 Hijriah. Dan meninggal pada tahun 826 Hijriah di Zabid, Yaman. Nama dan nasabnya adalah Abdul Karim bin Ibrahim bin Abdul Karim bin Khalifah bin Ahmad bin Mahmud al-Jili. 


Al-Jili juga masih memiliki hubungan darah dengan seorang ulama besar Sulthan al-Auliya’ Syekh Abdul Qadir al-Jilani. Ada pendapat yang mengatakan bahwa penisbatan Jili atau Jilani pada namanya karena ia memiliki hubungan darah dengan suku Rabi'ah (suku Arab), yang bermukim di Jilan yaitu sebuah provinsi yang ada di Persia sebelah selatan Laut Kaspia. Pendapat yang lain mengatakan bahwa ia dilahirkan di distrik Jil yang berada di wilayah Baghdad, Irak. 


Al-Jili populer dengan pemikiran tasawufnya tentang Insan Kamil (Manusia Paripurna). Menurutnya, Insan Kamil adalah manusia paripurna yang menampilkan citra Tuhan secara utuh. Konsep ini berawal dari pandangan bahwa pada awalnya Tuhan berada dalam kesendirian (mujarrad-Nya). Menurut al-Jili ini disebabkan karena Dia ingin menyaksikan citra diri-Nya, dari sinilah Tuhan menciptakan alam semesta ini. 


Begitu juga dalam merumuskan insan kamil, Al-Jilli merujuk pada diri Nabi Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai utusan Tuhan juga sebagai Nur Illahi yang kemudian dikenal sebagai Nur Muhammad/Hakekat Muhammad oleh kalangan para ahli tasawuf/sufi. 


Dalam ajaran tasawuf al-Jilli, tentang paham Insan Kamil yang pertama dilahirkan oleh Ibnu Arabi. Untuk menjadi Insan Kamil atau manusia sempurna dengan mengidealkan kesatuan nama dan sifat-sifat Tuhan ke dalam esensi dirinya dengan beberapa tahapan, yaitu kesatuan, ke-dia-an, ke-aku-an. Ide pokok al-Jilli adalah tasawuf falsafi, karena ajarannya memadukan antara Tasawuf dan filsafat. Ajaran al-Jilli dapat dikatakan tasawuf karena tasawuf adalah mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan cara melakukan ibadah, dengan tujuan marifat kepada alam yang gaib, mendapatkan ridha Allah serta kebahagiaan di akhirat dengan menjadi Insan Kamil. Al-jilli juga dikatakan sebagai filsafat karena pemikirannya diungkapkan dengan menggunakan bahasa filsafat yang hanya dapat dimengerti oleh pengikutnya.

Sang Pejalan

Jalan Suluk merupakan web/blog yang mengulas berbagai hal tentang ajaran agama Islam seperti tasawuf, sholawat, hikmah, suluk, manakib ulama dll.

Lebih baru Lebih lama

Artikel Pilihan