Haris Al-Muhasibi


Al-Muhasibi, atau lebih lengkap namanya adalah al-Harits bin Asad al-Muhasibi. Ia menapaki jalan tasawuf karena hendak keluar dari keragu-raguan yang selama ini dihadapinya. Al-Muhasibi mengamati madzhab-madzhab yang dianut oleh umat Islam, lalu ia menemukan kelompok di dalamnya. Di antara mereka ada sekelompok orang yang benar-benar tahu tentang keakhiratan, namun jumlah mereka sedikit sekali. Sebagian dari mereka adalah orang-orang yang mencari ilmu karena kesombongan dan memiliki motivasi terhadap dunia, dan di antara mereka ada juga yang terlihat melakukan ibadah karena Allah, namun sebenarnya tidak demikian. 


Al-Muhasibi memandang bahwa jalan keselamatan hanya dapat ditempuh melalui ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, melaksanakan kewajiban-kewajiban, dan meneladani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam. Serta ridha dan maqam. Ridha yang dimaksud di sini adalah tawakalnya hati dalam menghadapi peristiwa-peristiwa yang timbul karena keputusan-keputusan  Tuhan, serta hasil rasa cinta karena Sang Pencinta Ridha dengan apa yang dilakukan oleh kekasihnya. Sedangkan maqam adalah keberadaan orang di jalan Allah, dengan memenuhi kewajiban Allah Subhanahu Wa Ta’ala, seperti taubat, merubah sikap tawakal kepada Allah, hingga tercapailah kesempurnaan sejauh kemampuan manusia itu sendiri. 


Tasawuf yang dianut al-Muhasibi banyak diilhami oleh pengetahuan yang tinggi, contohnya pembahasan tentang ma’rifat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, zuhud, dan pengaruh rohani bagi manusia yang juga disebut dengan “maqbul al-nafsu maqtul al-nafs”, serta banyak dari hasil karya pemikiran al-Muhasibi yang mengilhami karya-karya ulama besar setelahnya, seperti Imam al-Ghazali dan pengarang kitab hadits-hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam.


Sang Pejalan

Jalan Suluk merupakan web/blog yang mengulas berbagai hal tentang ajaran agama Islam seperti tasawuf, sholawat, hikmah, suluk, manakib ulama dll.

Lebih baru Lebih lama

Artikel Pilihan